Kamis, 16 November 2017

PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN 5M UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER GENERASI LANGIT BIRU DALAM ERA MILLENIALS

PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN 5M UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER GENERASI LANGIT BIRU DALAM ERA MILLENIALS

Oleh:  Muhammad Kalis Setiono

"Sebuah pandangan dari karakter yang kuat akan menumbuhkan jiwa yang kuat. Setiap individu sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa."

Toufan T. Akbari, seorang founder rumah millenials mengatakan bahwa “generasi millenials adalah sebuah istilah yang popular pada masa ini. Istilah ini sering kita jumpai di berbagai jenis media sosial. Namun, kebanyakan anak muda juga masih ada yang belum paham akan arti dari generasi millenials. Generasi millenials (Gen Y) adalah generasi yang diperkirakan muncul pada rentang tahun 1980-an hingga 2000. Menurut para pakar peneliti sosial usia generasi millenial sekarang ini kurang lebih 17-37 tahunan. Sehingga bisa dikatakan anak muda dan orang dewasa yang berusia pada rentang waktu tersebut merupakan generasi millenials.” 

Seiring berlalunya waktu, akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan tentang generasi millenials, terutama kaum golongan tua yang berusia 37 tahun ke atas. Mereka menganggap bahwa generasi millenial memiliki karakteristik yang malas dan mudah menyerah. Hal ini karena generasi millenials identik dengan zaman TV yang berwarna dan memakai remote untuk mengoperasikannya. Meraka berpikir bahwa generasi saat ini mudah terlarut dalam gemerlapnya teknologi daripada keadaan sekitar. Semua dinilai benar jika banyak yang mau berbicara dan menyukai atau mendukung tentang gagasan yang dibicarakan. Sehingga generasi saat ini dinilai cuek atau acuh tak acuh dengan kepedulian lingkungan. Namun, dari sekian banyak anak muda yang memiliki tingkah laku demikian masih ada anak muda yang suka berkontribusi untuk bangsa dan kemajuan masyarakat saat ini. Untuk itu menunjukkan kemampuan/passion pada dunia, lingkungan, dan orang tua sangat perlu untuk membuat mereka yakin bahwa generasi millenials mampu untuk membawa perubahan arus bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. 

Di era millenials ini peran generasi muda terhadap kontribusi di bidang sosial kemasyarakatan bisa dikatakan sangat menurun drastis. Keadaan dan lingkungan sekitar yang membuat generasi saat ini menjadi terpengaruh untuk terus bermalas-malasan. Suatu keadaan yang meprihatinkan jika Indonesia mendatang dipimpin oleh generasi yang mempunyai karakter dangkal akan pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu, suatu gebrakan harus muncul dari generasi millenials sendiri salah satunya melalui peran mahasiswa yang aktif untuk mewujudkan generasi Indonesia yang berkarakter. 

Berbicara tentang karakter, kita perlu memahami istilah karakter terlebih dahulu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter diartikan sebagai tabiat, watak, sifatsifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Donie Koesumo A. memahami karakter sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima oleh lingkungan (Muslich: 2011). Dengan demikian, karakter merupakan watak atau kepribadian seseorang dan dapat dibentuk dari lingkungan. 

Karakter yang diharapkan oleh negara pada setiap warganya ialah karakter yang baik. Seorang tokoh pendidikan karakter, Thomas Lickona (2004) mengemukakan ciri orang yang memiliki karakter yang baik antara lain mereka mengetahui hal yang baik (knowing the good), menginginkan hal yang baik (desiring the good), dan melakukan hal yang baik (doing the good). Karakter bangsa yang diharapkan oleh negara Indonesia mengacu pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, peraturan pemerintah dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Karakter baik apa saja yang diharapkan negara kita? Mengacu pada Undang-undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional, watak atau karakater yang diharapkan ialah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Apa akibatnya apabila warga negara tidak memiliki karakter yang baik dalam dirinya? Hal ini dapat membawa negaranya kepada kehancuran. Seperti yang diungkapkan oleh sejarawan ternama, Arnold Toynbee bahwa dari dua puluh satu peradaban dunia yang tercatat, sembilan belas hancur bukan karena penaklukan dari luar, melainkan karena pembusukan moral dari dalam (Lickona: 2004). Saat ini, kita sering mendengar berita tentang kekerasan, pembunuhan, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kriminal lainnya. Korupsi pun telah merajalela di Indonesia. Pada tanggal 30 Januari 2016, Transparency International merilis indeks korupsi negara-negara dunia tahun 2015 dan Indonesia menempati peringkat 86 dari 168 negara yang dinilai (www.rmol.co). Akhir-akhir ini kita juga diresahkan dengan kasus LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) yang mulai masuk ke Indonesia dan menyuarakan persamaan HAM kepada pemerintah di negara kita. Padahal hal tersebut tidak sesuai dengan norma adat, agama dan sosial bangsa kita serta merupakan suatu perilaku penyimpangan seksual. Masalah-masalah tersebut terjadi salah satunya disebabkan oleh terkikisnya karakter bangsa dimana warga negara kita kurang menjunjung tinggi dan mulai melupakan nilai dan norma yang ada. Jika kita membiarkan karakter bangsa semakin melemah dan semakin terbawa arus globalisasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa maka bukannya tidak mungkin negara kita akan semakin terpuruk dan hancur. 

Generasi langit biru, merupakan sebuah pandangan untuk membuat generasi millenial mengembangkan karakter baik yang ada dalam dirinya sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Generasi langit biru sesungguhnya merupakan program dari PT Pertamina untuk membuat populasi udara menjadi bersih dan sehat dengan menawarkan produknya yaitu pertamax dalam pengisian bahan bakar kendaraan bermotor. Dari pandangan itulah sebuah ide muncul untuk mengubah mindisite pandangan bahwa generasi millenials merupakan generasi yang tidak peduli dengan keadaan sosial kemasyarakatan menjadi generasi yang peduli dengan masyarakat yang mempunyai tingkat inteligensi yang baik. Generasi langit biru dalam arti kiasan adalah generasi yang memupyai karakteristik seperti warna biru di langit. Ketika langit biru terlihat di pedesaan akan memberikan kesan kenyamanan, ketentraman, dan tenang. Sehingga generasi di era millenials ini diharapkan mampu memberikan karakteristik dan tindakan yang nyaman dan tenang. 

Generasi millenial tumbuh di tengah alih teknologi dan komunikasi sedang berkembang dengan pesat. Sehingga generasi ini cenderung mampu mengetahui berbagai macam berita dan wawasan dari peristiwa yang terjadi di setiap detik dan menitnya. 

Sebuah pandangan dari karakter yang kuat akan menumbuhkan jiwa yang kuat. Setiap individu sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Salah satu usaha yang dapat dilakukan mahasiswa sebagai generasi penerus penerus bangsa di era millenials ini yaitu dengan gerakan 5M antara lain: 
1.)Menyadari pentingnya karakter. Kesadaran merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam kelangsungan hidup. Ketika kesadaran hadir dalam diri seseorang, maka hak dan kewajibanpun akan dengan mudah ia kerjakan 
2.)Mengembangkan karakter dalam dirinya. Untuk selanjutnya agar dapat menjadi bermanfaat adalah dengan terus berkelanjutan mengasah kemampuan ataupun bakat yang ada dalam dirinya agar kemampuan itu dapat memberikan kontribusi manfaat yang baik dalam masyarakat. 
3.)Mengamalkan secara konsisten karakter yang baik dalam keseharian. Ilmu seseorang tidak akan bermanfaat bagi dirinya jika orang tersebut belum sepenuhnya mengamalkan ilmu yang dimiliki demi kepentingan umat. Mengamalkan adalah sesuatu tindakan tepat agar ilmu tersebut menjadi pahala yang terus mengalir sampai ke liang Lahat. 
4.)Memberikan contoh (teladan) kepada orang lain. Sehingga orang lain juga termotivasi untuk melakukan kontribusi dalam kebaikan. Dan dalam hal ini akan tumbuh sifat untuk fastabiqul khairat. 
5.)Mengajak masyarakat untuk mengembangkan karakter yang baik. 

Di dalam masyarakat dakwah merupakan poin utama untuk mengajak masyarakat pada kebaikan. Mahasiswa bukan hanya mereka yang duduk dan menikmati masa kuliah dengan bersenang-senang, melainkan terjun dalam bermasyarakat dan menjadi agent of sociality. Dengan bekal ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi, karakter yang mantap, serta semangat jiwa muda yang dimiliki diharapkan mahasiswa dapat memainkan perannya sebagai agen perubahan untuk mewujudkan negara yang maju dan sejahtera. 

Dengan keadaan dan lingkungan sekitar yang mempunyai dampak dan pengaruh negatif dalam era millenials ini. Kita sebagai mahasiswa yang akan menggantikan pemimpinpemimpin bangsa nantinya sudah saatnya menjalankan nilai-nilai peran dan fungsi mahasiswa melalui gerakan 5M sebagai bentuk karakteristik generasi langit biru dalam era millenials. Sehingga diharapkan nantinya nilai tersebut bisa menjadi pengontrol kita kelak ketika pada saatnya menggantikan posisi para pemimpin bangsa.
Previous Post
Next Post

2 komentar:

  1. ini mirip dengan essai Nurul Atqya pemenang lomba essai di Universitas Lambung Mangkurat tahun 2016 heheh. https://himapsikafkipunlam.wordpress.com/2016/03/13/tiga-naskah-esai-pemenang-lomba-esai-mahasiswa-2016/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih masukan nya, insyaallah akan segera kami tindak lanjuti

      Hapus